Selasa, 28 Februari 2012

Profil Puskesmas Indihiang Tasikmalaya

GAMBARAN UMUM WILAYAH KERJA
UPTD PUSKESMAS INDIHIANG
1)    KEADAAN UMUM
1.    Luas Wilayah
Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  memiliki luas ± 8.864 km2, secara geografis memiliki posisi yang strategis, yaitu berada pada 108°08’38” sampai dengan 108°24’02” Bujur Timur dan 7°10’ sampai dengan 7°26’32” Lintang Selatan di bagian tenggara wilayah Propinsi Jawa Barat.  Kedudukan atau jarak dari ibukota propinsi Jawa Barat, Bandung ± 105 km dan dari ibukota negara, Jakarta ± 255 km. secara keseluruhan, UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya berada pada daerah dengan ketinggian berkisar antara 325-375 meter diatas permukaan laut (dpl) dan mempunyai dataran dengan kemiringan relatif datar (sebagian besar), agak landai dan relatif curam. wilayah Kota Tasikmalaya berbatasan dengan :
-          Sebelah Utara                   : Kabupaten  Tasikmalaya & Kab Ciamis
  (dengan batas sungai Citanduy)
-          Sebelah Barat                   : Kabupaten Tasikmalaya
-          Sebelah Timur                  : Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya
-          Sebelah Selatan                : Kabupaten Tasikmalaya
2.    Jumlah Kelurahan
 Secara Administratif UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya terdiri dari 4 Kelurahan. dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.1
Luas Wilayah dan Jumlah Desa/Kelurahan
UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya Tahun 2010
No
Kelurahan
Luas (km²)
RW
1.
2.
3.
4.
.
Indihiang
Sirnagalih
Sukamaju Kaler
Sukamaju Kidul
        1,425
          
           1,107
         
           3,374
           2,958
9
7
13
10
Jumlah
           8,864
39
Sumber data: Kantor Kecamatan Indihiang        
Tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata jumlah RW per Kelurahan  yaitu sebanyak 10 RW.
3.        Kondisi Daerah
Ditinjau dari segi fisiografi wilayah, tempat tertinggi di Kota Tasikmalaya terdapat di bagian barat dan selatan, kemudian menurun ke tengah di sekitar pusat kota menuju utara serta sebagian kecil dari timur ke tengah dan utara Kota Tasikmalaya. Pada bagian selatan wilayah Kota Tasikmalaya kondisinya cenderung berbukit-bukit dengan ciri hutan, sawah dan kebun campuran. Kondisi klimatologi Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  secara umum berada pada suhu rata-rata 25,7° Celcius ( suhu terendah 21,1° C dan suhu tertinggi 27,9°C). Rata- rata curah hujan per bulan berkisar pada 278,55 mm/bulan (PDAM Tasikmalaya), curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari sampai dengan April dan pada bulan September sampai dengan Oktober.
Ditinjau dari segi kondisi hidrogeologis, Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  dapat dikategorikan sebagai daerah akuifer, alirannya melalui celahan dan ruang antara butir yang merupakan ciri dari lereng gunung api strato. Di dalamnya terdapat dua jenis aliran, yaitu akuifer dengan produktivitas tinggi dengan penyebaran luas (keterusan dan kisaran kedalaman muka air tanah sangat beragam, debit sumurnya lebih dari 5 liter/detik) dan akuifer dengan produktivitas sedang dengan penyebaran luas (keterusan sangat beragam, kedalaman muka air tanah umumnya dalam, debit sumur umumnya kurang dari 5 liter/detik).
Sumber daya air, sebagai ciri utama kondisi hidrologi, di wilayah Kota Tasikmalaya dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:
a.    Air Permukaan
Yang dimaksud dengan air permukaan adalah air yang terdapat di sungai, rawa dan cekungan (danau/Situ), serta sungai-sungai Sungai-sungai tersebut mengalir sepanjang tahun dan bermuara di Sungai Citanduy.
b.    Air Tanah Dangkal
Air tanah dangkal adalah air yang bersumber dari sumur dangkal dengan kedalaman antara 5-10 meter. Kedalaman sumur gali untuk bisa keluar air cukup dangkal, antara 1,5-7 meter.
Sumber mata air di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  berasal dari mata air dan sungai. Salah satu sumber mata air yang ada di kota Tasikmalaya adalah mata air Cibunigeulis  di Kecamatan Indihiang yang memiliki debit atau kapasitas produksi 10-15 liter/detik.
Data tentang kawasan mata air yang terdapat di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  dapat dilihat pada tabel  dibawah ini.
Tabel 2.2
Data tentang Kawasan Mata Air yang Terdapat
Di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya 
Tahun 2009
No
Nama Mata Air
Debit (liter/det)
Lokasi
Keterangan
Maks
Min.
Desa
Kecamatan
1
Cibunigeulis
60
15
Cibunigeulis
Indihiang
Dimanfaatkan PDAM
A.   DEMOGRAFI
 Secara demografi Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya dapat dilihat sebagai berikut:
1.    Jumlah Penduduk dan Komposisi
Jumlah penduduk pada tahun 2010 adalah sebesar 29753 jiwa. Dengan komposisi penduduk sebagai berikut:

Tabel 2.3
Jumlah Penduduk
Di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya 
Tahun 2010
NO
KELOMPOK UMUR (TAHUN)
JUMLAH PENDUDUK

LAKI-LAKI
 PEREMPUAN
LAKI-LAKI+PEREMPUAN

 1
2
3
4
5

1
0-4
1353
1296
2649

2
5 - 9
1287
1226
2513

3
10 - 14
1289
1155
1503

4
15 - 19
1206
1114
2366

5
20 - 24
1222
1286
2508

6
25 - 29
1402
1372
2774

7
30 - 34
1167
1124
2291

8
35 - 39
1233
1090
2323

9
40 - 44
1106
1166
2272

10
45 - 49
985
928
1913

11
50 - 54
834
831
1665

12
55 - 59
676
656
1332

13
60 - 64
526
548
1074

14
65 - 69
436
490
926

15
70 - 74
178
234
412

16
75+
199
251
450

JUMLAH (KAB/KOTA)
15099
14767
28971


Sumber data: Kantor Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya
Untuk rasio jenis kelamin laki-laki  lebih banyak dari perempuan dengan angka rasio jenis kelamin 1,004 artinya bahwa setiap 100 orang laki-laki, terdapat 104 orang perempuan. Selain itu tampak pula bahwa kelompok usia muda (produktif) menempati jumlah tertinggi dari total populasi yang ada.
2.    Pertumbuhan dan Kepadatan penduduk
Tingkat kepadatan penduduk tahun 2010 mencapai 3 jiwa/km². Pada tahun 2010 kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Sirnagalih dan Indihiang yaitu sebesar 5 jiwa/ km² dan yang terendah adalah Kelurahan Sukamaju Kidul sebesar 2 jiwa/km².
Tabel 2.4
Distribusi Penduduk per Kelurahan
Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya
No
Kecamatan
Jumlah Penduduk
Kepadatan Jiwa /km²
1
2
3
4
Indihiang
Sirnagalih
Sukamaju Kaler
Sukamaju Kidul
7,671
5,815
9,377
6,890
5
5
3
2
J u m l a h
29,753
3
3.    Fertilitas (Tingkat Kesuburan)
Untuk menghitung Total Fertility Rate (TFR) diperlukan adanya data jumlah wanita pada kelompok umur tertentu, sehingga didapatkan Age Spesific Fertility Rate (ASFR). TFR sama dengan Total ASFR dikalikan dengan jumlah wanita golongan umur. Namun saat ini di Kota Tasikmalaya data untuk menghitung keadaan tersebut belum tersedia.
B.   SOSIAL EKONOMI
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu diperhatikan berbagai faktor sosial ekonomi baik yang menunjang maupun yang menghambat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan.
1.    Pendapatan Perkapita
Salah satu indikator yang mempengaruhi perekonomian diantaranya yaitu pendapatan perkapita. Angka Pendapatan Perkapita diperoleh dengan cara membagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB Per Kapita di  Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun pada kurun waktu 2002-2004, yaitu Rp. 2.839.057,74 pada tahun 2003 menjadi Rp 3.785.358,27 pada tahun 2004. Dengan demikian telah terjadi peningkatan sebesar Rp 946.300,5 (1,33 %)
Untuk mengetahui beban tanggungan usia produktif (15–64 th) digunakan indikator dependensi ratio, dimana jumlah usia produktif di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya tahun 2009 adalah sebesar 22147 jiwa, sedangkan jumlah penduduk yang menjadi beban tanggungan adalah sebesar 7606  jiwa. 
2.    Laju Pertumbuhan Ekonomi
Salah satu ukuran keberhasilan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi bisa dilihat berdasarkan pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan.
Tabel 2.5
Pertumbuhan Ekonomi
Kota Tasikmalaya
TAHUN
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) UPTD Puskesmas Indihiang
(1)
(2)
2003
4.43
2004
4,99
2005
4,02
Dari tabel diatas terlihat bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Tasikmalaya tahun 2003 sebesar 4,43 persen. Sektor yang mengalami peningkatan sangat signifikan adalah sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan terutama sub sektor bank ; serta sektor industri pengolahan;bangunan; pengangkutan & komunikasi; serta sektor listrik, gas & air bersih. Sedangkan sektor yang lain mengalami pertumbuhan ekonomi dibawah 2 persen.
Pada tahun 2004 mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ternyata Peristiwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 tidak berdampak negatif bagi perekonomian, karena dapat berjalan lancar dan damai tanpa ada kerusuhan/keributan yang berarti.
Sedangkan tahun 2005 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tidak tumbuh sepesat tahun 2004, walaupun secara umum Ekonomi pada tahun 2005 masih mengalami pertumbuhan  sebesar 4,02 persen. Hal ini disebabkan banyak faktor salah satunya adalah kebijakan moneter yang dilakukan BI dengan tidak menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif  tinggi bertujuan untuk menekan laju inflasi yang melonjak dikarenakan kebijakan Pemerintah untuk menaikan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM). Naiknya biaya produksi yang disebabkan tingginya harga BBM dan tingginya suku bunga menyebabkan sektor real sulit untuk meningkatkan produksinya.
Perlu diketahui bahwa LPE adalah perbandingan PDRB atas dasar harga konstan tahun yang dimaksud dengan tahun sebelumnya. Tafsiran yang dapat diraih  adalah pertumbuhan yang positif menunjukkan adanya peningkatan perekonomian  dan sebaliknya.
3.    Jumlah Keluarga  Miskin (Gakin)
Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia sejak tahun 1999 berdampak serius terhadap tingkat perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya, sehingga dengan penurunan tingkat pendapatan penduduk yang dibarengi dengan lonjakan inflasi berdampak terhadap daya beli masyarakat yang menjadi sangat rendah, menimbulkan jumlah keluarga miskin bertambah. secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.6

Jumlah Keluarga Miskin di Kota Tasikmalaya

Tahun 2010
No
Kecamatan
KK Gakin
%


1
Indihiang

2
Sirnagalih

3
Sukamaju Kaler

4
Sukamaju Kidul

Jumlah

Jumlah penduduk miskin terbanyak di wilayah Kota Tasikmalaya tahun 2010 terdapat di Kelurahan  . Hal ini menunjukkan gambaran status ekonomi di kelurahan tersebut masih tergolong rendah, sehingga akan mempengaruhi terhadap status kesehatan masyarakat dan Indeks Pembangunan Manusia. Hal ini harus menjadi catatan dan perhatian bagi sektor-sektor terkait dalam penanganannya.
C.   TINGKAT PENDIDIKAN
Tingkat pendidikan merupakan salah satu komponen yang menentukan indeks pembangunan manusia selain tingkat kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat. 
Prosentase penduduk berusia 10 tahun ke atas dirinci menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Kota Tasikmalaya tahun 2008 dapat dilihat dari tabel berikut ini :

Tabel  2.7.
Persentase penduduk berusia 10 tahun keatas
Dirinci menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan
Di Kota Tasikmalaya Tahun 2008
NO
TINGKAT PENDIDIKAN
PROSENTASE (%)
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1.
Tidak / Belum pernah sekolah
2012
1948
3960
2.
Tidak / Belum tamat SD
1458
2323
3781
3.
SD / MI
2899
2874
5773
4.
SLTP / MTs
3030
2932
5962
5.
SLTA / MA
2986
3053
6039
6.
Akademi / Diploma
891
856
1747
7.
Universitas
512
369
881
Sumber Data  : Suseda Tahun 2008
Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa prosentase laki-laki dan perempuan pada semua tingkat pendidikan meskipun ada perbedaan tetapi angkanya tidak signifikan dan bisa disimpulkan merata antara keduanya, berbeda dari tahun sebelumnya dimana pada semua tingkat pendidikan prosentase laki-laki lebih besar dari perempuan, sehingga bisa disimpulkan bahwa prinsip responsif  gender sudah mulai diterapkan.
Sedangkan apabila dilihat dari tingkat pendidikan tanpa membedakan gender, yang menempati posisi tertinggi adalah SD/MI, berikutnya SLTA/MA, Tidak/ Belum Tamat SD, SLTP/MTs,  Akademi/Diploma dan terakhir Universitas. Hasil Suseda Jawa Barat ini ternyata juga mencatat bahwa masih ada penduduk yang Tidak/Belum pernah Sekolah (0,9%). Hal ini tentunya memprihatinkan mengingat Pendidikan bersama dengan Kesehatan dan Daya Beli merupakan komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

VISI DAN MISI  

a. VISI
 
Dalam rangka mengantisipasi tantangan ke depan menuju kondisi yang  diinginkan, UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  perlu secara terus menerus mengembangkan peluang dan inovasi.
Meningkatnya persaingan, tantangan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan prima mendorong UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  untuk mempersiapkan diri agar tetap diterima masyarakat dan unggul dalam pelayanan  dengan senantiasa mengupayakan perubahan kearah perbaikan.
Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap, terencana, terukur dan berkelanjutan  sehingga dapat meningkatkan akuntabiltas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil yang terukur dan bermanfaat.
Visi merupakan cara pandang jauh ke depan kemana UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya    akan diarahkan dan apa yang akan dicapai maupun diperoleh.  Sejalan dengan grand strategy yang dikembangkan oleh Visi Pemerintah Kota Tasikmalaya yaitu Kesejahteraan Masyarakat, dalam Bingkai Iman dan Taqwa, maka visi UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya    adalah :

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA YANG MANDIRI UNTUK HIDUP SEHAT TAHUN 2013”

Visi tersebut di atas mengandung arti proses pembangunan kesehatan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dan pada akhirnya pada tahun 2013 diharapkan terwujud sebuah Kota yang masyarakatnya memiliki derajat kesehatan yang optimal yang memungkinkan setiap orang untuk  hidup sehat dan produktif secara sosial dan ekonomis dengan menurunnya angka kesakitan dan kematian, menurunnya kasus kekurangan gizi pada usia bayi, balita, usia produktif dan kelompok usia rentan lainnya serta penduduk hidup dalam lingkungan yang sehat, mempraktekkan prilaku hidup bersih dan sehat, mampu menyediakan, memilih, dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. Melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya yang berwawasan kesehatan serta terintegrasi dalam rencana pembangunan melalui pemberdayaan potensi masyarakat guna memaksimalkan potensi dan fungsi kehidupan masyarakat  yang terus berkesinambungan dan berkelanjutan.
Dengan adanya rumusan misi tersebut, maka kondisi yang diinginkan pada masa depan adalah kondisi (1) masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan kesehatan yang tersedia adalah pelayanan kesehatan yang berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang tersebar secara merata diseluruh wilayah Kota Tasikmalaya, (2) perilaku masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya gangguan kesehatan, melindungi diri dari ancaman gangguan kesehatan serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat, dan (3) lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat, yaitu lingkungan yang bebas dari pencemaran (polusi), tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya masyarakat Kota Tasikmalaya.

b. MISI
Untuk mewujudkan Visi UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya    sebagaimana yang telah digariskan di atas, maka dipandang perlu pula untuk menetapkan  misi yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  yaitu sebagai  berikut :
  1. Memantapkan manajemen pelayanan kesehatan yang dinamis dan akuntabel
  2. Mewujudkan keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan
  3. Menjalin kemitraan dengan stakeholders dan provider kesehatan
  4. Memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
  5. Mengembangkan kemandirian masyarakat dalam upaya pembiayaan kesehatan. 

Program Operasional UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  
Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna  mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.
Agar tujuan dan sasaran dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan, maka berdasarkan kebijakan, ditetapkan program kegiatan.
Adapun Program Operasional UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya  adalah sebagai berikut:

1.    Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2.    Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3.    Program Peningkatan disiplin aparatur
4.    Program fasilitas pindah/purna tugas PNS
5.    Program peningkatan, pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
6.    Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur
7.    Program Upaya Kesehatan Masyarakat
8.    Program perbaikan gizi masyarakat
9.    Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
10.  Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat
11.  Program Pengembangan Lingkungan Sehat
12.  Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
13.  Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
14.  Program peningkatan pelayanan kesehatan anak
15.  Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia
16.  Program pengawasan dan pengendalian makanan
17.  Program peningkatan keselamatan Ibu melahirkan dan anak
18.  Program obat dan perbekalan kesehatan
19.  Program sistem informasi kesehatan
20.  Fasilitasi Penyelenggaraan puskesmas dan jaringannya
21.  Program Fasilitasi Penyelenggaraan kegiatan Laboratorium dan Perbekalan Kesehatan.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar