GAMBARAN
UMUM WILAYAH KERJA
UPTD
PUSKESMAS INDIHIANG
1)
KEADAAN UMUM
1.
Luas Wilayah
Wilayah UPTD
Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya
memiliki luas ± 8.864 km2, secara geografis memiliki posisi yang
strategis, yaitu berada pada 108°08’38” sampai
dengan 108°24’02” Bujur Timur dan 7°10’ sampai
dengan 7°26’32” Lintang Selatan di bagian tenggara wilayah Propinsi Jawa
Barat. Kedudukan atau jarak dari ibukota
propinsi Jawa Barat, Bandung ± 105 km dan dari ibukota negara, Jakarta ± 255
km. secara keseluruhan, UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya berada pada
daerah dengan ketinggian berkisar antara 325-375 meter diatas permukaan laut
(dpl) dan mempunyai dataran dengan kemiringan relatif datar (sebagian besar),
agak landai dan relatif curam. wilayah Kota Tasikmalaya berbatasan dengan :
-
Sebelah Utara :
Kabupaten Tasikmalaya & Kab Ciamis
(dengan batas sungai Citanduy)
-
Sebelah Barat :
Kabupaten Tasikmalaya
-
Sebelah Timur :
Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya
-
Sebelah Selatan :
Kabupaten Tasikmalaya
2.
Jumlah Kelurahan
Secara Administratif UPTD Puskesmas Indihiang
Kota Tasikmalaya terdiri dari 4 Kelurahan. dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel 2.1
Luas Wilayah dan Jumlah
Desa/Kelurahan
UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya Tahun 2010
No
|
Kelurahan
|
Luas (km²)
|
RW
|
1.
2.
3.
4.
.
|
Indihiang
Sirnagalih
Sukamaju
Kaler
Sukamaju
Kidul
|
1,425
1,107
3,374
2,958
|
9
7
13
10
|
Jumlah
|
8,864
|
39
|
|
Sumber data: Kantor Kecamatan Indihiang
Tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata jumlah RW per Kelurahan yaitu sebanyak 10 RW.
3.
Kondisi Daerah
Ditinjau dari segi
fisiografi wilayah, tempat tertinggi di Kota Tasikmalaya terdapat di bagian
barat dan selatan, kemudian menurun ke tengah di sekitar pusat kota menuju
utara serta sebagian kecil dari timur ke tengah dan utara Kota Tasikmalaya. Pada bagian selatan
wilayah Kota Tasikmalaya kondisinya cenderung berbukit-bukit dengan ciri hutan,
sawah dan kebun campuran. Kondisi
klimatologi Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya secara umum berada pada suhu rata-rata 25,7° Celcius ( suhu terendah 21,1° C dan suhu
tertinggi 27,9°C). Rata- rata curah hujan per
bulan berkisar pada 278,55 mm/bulan (PDAM Tasikmalaya), curah hujan tertinggi
terjadi pada bulan Januari sampai dengan April dan pada bulan September sampai dengan
Oktober.
Ditinjau dari segi kondisi hidrogeologis, Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya dapat dikategorikan sebagai daerah akuifer, alirannya
melalui celahan dan ruang antara butir yang merupakan ciri dari lereng gunung
api strato. Di dalamnya terdapat dua jenis aliran, yaitu akuifer dengan
produktivitas tinggi dengan penyebaran luas (keterusan dan kisaran kedalaman
muka air tanah sangat beragam, debit sumurnya lebih dari 5 liter/detik) dan
akuifer dengan produktivitas sedang dengan penyebaran luas (keterusan sangat
beragam, kedalaman muka air tanah umumnya dalam, debit sumur umumnya kurang
dari 5 liter/detik).
Sumber daya air, sebagai ciri utama kondisi hidrologi, di
wilayah Kota Tasikmalaya dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu:
a. Air Permukaan
Yang dimaksud dengan air permukaan adalah air yang
terdapat di sungai, rawa dan cekungan (danau/Situ), serta sungai-sungai
Sungai-sungai tersebut mengalir sepanjang tahun dan bermuara di Sungai Citanduy.
b. Air Tanah Dangkal
Air tanah dangkal adalah air yang bersumber dari sumur
dangkal dengan kedalaman antara 5-10 meter. Kedalaman sumur gali untuk bisa
keluar air cukup dangkal, antara 1,5-7 meter.
Sumber mata air di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya berasal
dari mata air dan sungai. Salah satu sumber mata air yang ada di kota
Tasikmalaya adalah mata air Cibunigeulis
di Kecamatan Indihiang yang memiliki debit atau kapasitas produksi 10-15
liter/detik.
Data tentang kawasan mata air yang terdapat di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tabel 2.2
Data tentang Kawasan
Mata Air yang Terdapat
Di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya
Tahun 2009
No
|
Nama Mata Air
|
Debit (liter/det)
|
Lokasi
|
Keterangan
|
||
Maks
|
Min.
|
Desa
|
Kecamatan
|
|||
1
|
Cibunigeulis
|
60
|
15
|
Cibunigeulis
|
Indihiang
|
Dimanfaatkan PDAM
|
A. DEMOGRAFI
Secara demografi Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Jumlah
Penduduk dan Komposisi
Jumlah penduduk pada tahun
2010 adalah sebesar 29753 jiwa. Dengan komposisi penduduk sebagai berikut:
Tabel 2.3
Jumlah Penduduk
Di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya
Tahun 2010
NO
|
KELOMPOK UMUR
(TAHUN)
|
JUMLAH PENDUDUK
|
|||
LAKI-LAKI
|
PEREMPUAN
|
LAKI-LAKI+PEREMPUAN
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
1
|
0-4
|
1353
|
1296
|
2649
|
|
2
|
5
- 9
|
1287
|
1226
|
2513
|
|
3
|
10
- 14
|
1289
|
1155
|
1503
|
|
4
|
15
- 19
|
1206
|
1114
|
2366
|
|
5
|
20
- 24
|
1222
|
1286
|
2508
|
|
6
|
25
- 29
|
1402
|
1372
|
2774
|
|
7
|
30
- 34
|
1167
|
1124
|
2291
|
|
8
|
35
- 39
|
1233
|
1090
|
2323
|
|
9
|
40
- 44
|
1106
|
1166
|
2272
|
|
10
|
45
- 49
|
985
|
928
|
1913
|
|
11
|
50
- 54
|
834
|
831
|
1665
|
|
12
|
55
- 59
|
676
|
656
|
1332
|
|
13
|
60
- 64
|
526
|
548
|
1074
|
|
14
|
65
- 69
|
436
|
490
|
926
|
|
15
|
70
- 74
|
178
|
234
|
412
|
|
16
|
75+
|
199
|
251
|
450
|
|
JUMLAH
(KAB/KOTA)
|
15099
|
14767
|
28971
|
||
Sumber data: Kantor Kecamatan
Indihiang Kota Tasikmalaya
Untuk rasio jenis kelamin
laki-laki lebih banyak dari perempuan
dengan angka rasio jenis kelamin 1,004 artinya bahwa setiap 100 orang
laki-laki, terdapat 104 orang perempuan. Selain itu tampak pula bahwa kelompok
usia muda (produktif) menempati jumlah tertinggi dari total populasi yang ada.
2.
Pertumbuhan dan Kepadatan penduduk
Tingkat kepadatan penduduk tahun 2010
mencapai 3 jiwa/km². Pada tahun 2010 kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan
Sirnagalih dan Indihiang yaitu sebesar 5 jiwa/ km² dan yang terendah adalah Kelurahan
Sukamaju Kidul sebesar 2 jiwa/km².
Tabel 2.4
Distribusi Penduduk
per Kelurahan
Wilayah UPTD
Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya
No
|
Kecamatan
|
Jumlah Penduduk
|
Kepadatan Jiwa /km²
|
1
2
3
4
|
Indihiang
Sirnagalih
Sukamaju Kaler
Sukamaju Kidul
|
7,671
5,815
9,377
6,890
|
5
5
3
2
|
J u m l a h
|
29,753
|
3
|
|
3. Fertilitas
(Tingkat Kesuburan)
Untuk menghitung Total
Fertility Rate (TFR) diperlukan adanya data jumlah wanita pada kelompok umur
tertentu, sehingga didapatkan Age Spesific Fertility Rate (ASFR). TFR sama dengan Total
ASFR dikalikan dengan jumlah wanita golongan umur. Namun saat ini di Kota
Tasikmalaya data untuk menghitung keadaan tersebut belum tersedia.
B. SOSIAL
EKONOMI
Dalam upaya meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat perlu diperhatikan berbagai faktor sosial ekonomi
baik yang menunjang maupun yang menghambat dalam penyelenggaraan upaya
kesehatan.
1. Pendapatan
Perkapita
Salah
satu indikator yang mempengaruhi perekonomian diantaranya yaitu pendapatan
perkapita. Angka Pendapatan Perkapita diperoleh dengan cara membagi Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB
Per Kapita di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya menunjukkan
kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun pada kurun waktu 2002-2004, yaitu
Rp. 2.839.057,74 pada tahun 2003 menjadi Rp 3.785.358,27 pada tahun 2004.
Dengan demikian telah terjadi peningkatan sebesar Rp 946.300,5 (1,33 %)
Untuk
mengetahui beban tanggungan usia produktif (15–64 th) digunakan indikator
dependensi ratio, dimana jumlah usia produktif di Wilayah UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya tahun 2009 adalah
sebesar 22147 jiwa, sedangkan jumlah penduduk yang menjadi beban tanggungan
adalah sebesar 7606 jiwa.
2. Laju
Pertumbuhan Ekonomi
Salah
satu ukuran keberhasilan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi bisa
dilihat berdasarkan pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan.
Tabel 2.5
Pertumbuhan Ekonomi
Kota Tasikmalaya
TAHUN
|
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) UPTD Puskesmas Indihiang
|
(1)
|
(2)
|
2003
|
4.43
|
2004
|
4,99
|
2005
|
4,02
|
Dari
tabel diatas terlihat bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Tasikmalaya
tahun 2003 sebesar 4,43 persen. Sektor yang mengalami peningkatan sangat signifikan
adalah sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan terutama sub sektor
bank ; serta sektor industri pengolahan;bangunan; pengangkutan &
komunikasi; serta sektor listrik, gas & air bersih. Sedangkan sektor yang
lain mengalami pertumbuhan ekonomi dibawah 2 persen.
Pada
tahun 2004 mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ternyata Peristiwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 tidak berdampak negatif bagi
perekonomian, karena dapat berjalan lancar dan damai tanpa ada
kerusuhan/keributan yang berarti.
Sedangkan
tahun 2005 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tidak tumbuh sepesat tahun 2004,
walaupun secara umum Ekonomi pada tahun 2005 masih mengalami pertumbuhan sebesar 4,02 persen. Hal ini disebabkan
banyak faktor salah satunya adalah kebijakan moneter yang dilakukan BI dengan
tidak menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi bertujuan untuk menekan laju inflasi
yang melonjak dikarenakan kebijakan Pemerintah untuk menaikan harga jual Bahan
Bakar Minyak (BBM). Naiknya biaya produksi yang disebabkan tingginya harga BBM
dan tingginya suku bunga menyebabkan sektor real sulit untuk meningkatkan
produksinya.
Perlu
diketahui bahwa LPE adalah perbandingan PDRB atas dasar harga konstan tahun
yang dimaksud dengan tahun sebelumnya. Tafsiran yang dapat diraih adalah pertumbuhan yang positif menunjukkan
adanya peningkatan perekonomian dan
sebaliknya.
3. Jumlah Keluarga Miskin
(Gakin)
Terjadinya
krisis ekonomi di Indonesia sejak tahun 1999 berdampak serius terhadap tingkat
perekonomian masyarakat Kota
Tasikmalaya, sehingga dengan penurunan tingkat pendapatan penduduk yang
dibarengi dengan lonjakan inflasi berdampak terhadap daya beli masyarakat yang
menjadi sangat rendah, menimbulkan jumlah keluarga miskin bertambah. secara rinci
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.6
Jumlah
Keluarga Miskin di Kota Tasikmalaya
Tahun 2010
No
|
Kecamatan
|
KK Gakin
|
%
|
|
1
|
Indihiang
|
|||
2
|
Sirnagalih
|
|||
3
|
Sukamaju Kaler
|
|||
4
|
Sukamaju Kidul
|
|||
Jumlah
|
||||
Jumlah
penduduk miskin terbanyak di wilayah Kota Tasikmalaya tahun 2010 terdapat di Kelurahan
. Hal ini menunjukkan gambaran status
ekonomi di kelurahan tersebut masih tergolong rendah, sehingga akan
mempengaruhi terhadap status kesehatan masyarakat dan Indeks Pembangunan
Manusia. Hal ini harus menjadi catatan dan perhatian bagi sektor-sektor terkait
dalam penanganannya.
C. TINGKAT PENDIDIKAN
Tingkat
pendidikan merupakan salah satu komponen yang menentukan indeks pembangunan
manusia selain tingkat kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat.
Prosentase
penduduk berusia 10 tahun ke atas dirinci menurut tingkat pendidikan tertinggi
yang ditamatkan di Kota Tasikmalaya tahun 2008 dapat dilihat dari tabel berikut
ini :
Tabel
2.7.
Persentase penduduk berusia 10 tahun keatas
Dirinci menurut tingkat pendidikan tertinggi
yang ditamatkan
Di Kota
Tasikmalaya Tahun 2008
NO
|
TINGKAT
PENDIDIKAN
|
PROSENTASE
(%)
|
||
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
||
1.
|
Tidak
/ Belum pernah sekolah
|
2012
|
1948
|
3960
|
2.
|
Tidak
/ Belum tamat SD
|
1458
|
2323
|
3781
|
3.
|
SD
/ MI
|
2899
|
2874
|
5773
|
4.
|
SLTP
/ MTs
|
3030
|
2932
|
5962
|
5.
|
SLTA
/ MA
|
2986
|
3053
|
6039
|
6.
|
Akademi
/ Diploma
|
891
|
856
|
1747
|
7.
|
Universitas
|
512
|
369
|
881
|
Sumber Data : Suseda Tahun 2008
Dari tabel di atas dapat
terlihat bahwa prosentase laki-laki dan perempuan pada semua tingkat pendidikan
meskipun ada perbedaan tetapi angkanya tidak signifikan dan bisa disimpulkan
merata antara keduanya, berbeda dari tahun sebelumnya dimana pada semua tingkat
pendidikan prosentase laki-laki lebih besar dari perempuan, sehingga bisa
disimpulkan bahwa prinsip responsif
gender sudah mulai diterapkan.
Sedangkan
apabila dilihat dari tingkat pendidikan tanpa membedakan gender, yang menempati
posisi tertinggi adalah SD/MI, berikutnya SLTA/MA, Tidak/ Belum Tamat SD,
SLTP/MTs, Akademi/Diploma dan terakhir
Universitas. Hasil Suseda Jawa Barat ini ternyata juga mencatat bahwa masih ada
penduduk yang Tidak/Belum pernah Sekolah (0,9%). Hal ini tentunya
memprihatinkan mengingat Pendidikan bersama dengan Kesehatan dan Daya Beli
merupakan komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
VISI DAN MISI
a. VISI
Dalam
rangka mengantisipasi tantangan ke depan menuju kondisi yang diinginkan, UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya perlu secara terus menerus
mengembangkan peluang dan inovasi.
Meningkatnya
persaingan, tantangan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan prima mendorong UPTD
Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya untuk mempersiapkan diri agar tetap diterima masyarakat dan unggul dalam pelayanan dengan senantiasa mengupayakan perubahan
kearah perbaikan.
Perubahan
tersebut dilakukan secara bertahap, terencana, terukur dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabiltas
kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil yang terukur dan bermanfaat.
Visi
merupakan cara pandang jauh ke depan kemana UPTD Puskesmas Indihiang Kota
Tasikmalaya akan diarahkan dan apa
yang akan dicapai maupun diperoleh.
Sejalan dengan grand strategy yang dikembangkan oleh Visi Pemerintah
Kota Tasikmalaya yaitu “Kesejahteraan Masyarakat, dalam Bingkai Iman
dan Taqwa”, maka visi UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya adalah :
“TERWUJUDNYA
MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA YANG MANDIRI UNTUK HIDUP SEHAT TAHUN 2013”
Visi
tersebut di atas mengandung arti proses pembangunan kesehatan dilakukan secara
bertahap dan berkesinambungan dan pada akhirnya pada tahun 2013 diharapkan terwujud sebuah Kota yang masyarakatnya memiliki derajat
kesehatan yang optimal yang memungkinkan setiap orang untuk hidup sehat dan produktif secara sosial dan
ekonomis dengan menurunnya angka kesakitan dan kematian, menurunnya kasus
kekurangan gizi pada usia bayi, balita, usia produktif dan kelompok usia rentan
lainnya serta penduduk
hidup dalam lingkungan yang sehat, mempraktekkan prilaku hidup bersih dan
sehat, mampu menyediakan, memilih, dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata. Melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan
fisik dan lingkungan sosialnya yang berwawasan kesehatan serta terintegrasi dalam rencana pembangunan
melalui pemberdayaan potensi masyarakat guna memaksimalkan potensi dan fungsi
kehidupan masyarakat yang terus berkesinambungan dan berkelanjutan.
Dengan
adanya rumusan misi tersebut, maka kondisi yang diinginkan pada masa depan
adalah kondisi (1) masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan kesehatan yang tersedia adalah
pelayanan kesehatan yang berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan
perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang
tersebar secara merata diseluruh wilayah Kota Tasikmalaya, (2) perilaku
masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah
resiko terjadinya gangguan kesehatan, melindungi diri dari ancaman gangguan
kesehatan serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat, dan (3)
lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat, yaitu lingkungan yang
bebas dari pencemaran (polusi), tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan
yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang
berwawasan kesehatan, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong
menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya masyarakat Kota Tasikmalaya.
b. MISI
Untuk
mewujudkan Visi UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya sebagaimana yang telah digariskan di atas,
maka dipandang perlu pula untuk menetapkan
misi yang harus dilaksanakan oleh seluruh
jajaran UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya yaitu sebagai
berikut :
- Memantapkan manajemen pelayanan kesehatan yang dinamis dan akuntabel
- Mewujudkan keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan
- Menjalin kemitraan dengan stakeholders dan provider kesehatan
- Memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
- Mengembangkan kemandirian masyarakat dalam upaya pembiayaan kesehatan.
Program
Operasional UPTD
Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya
Program
merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan
oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerjasama dengan
masyarakat guna mencapai tujuan dan
sasaran yang ditetapkan.
Agar
tujuan dan sasaran dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan, maka berdasarkan
kebijakan, ditetapkan program kegiatan.
Adapun
Program Operasional UPTD Puskesmas Indihiang Kota Tasikmalaya adalah sebagai berikut:
1.
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
3.
Program Peningkatan disiplin aparatur
4.
Program fasilitas pindah/purna tugas PNS
5. Program
peningkatan, pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
6.
Program peningkatan kapasitas sumberdaya
aparatur
7. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
8.
Program perbaikan gizi masyarakat
9.
Program Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit Menular
10. Program
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat
11. Program
Pengembangan Lingkungan Sehat
12. Program
Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
13. Program
Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
14. Program
peningkatan pelayanan kesehatan anak
15. Program
peningkatan pelayanan kesehatan lansia
16. Program pengawasan dan pengendalian makanan
17. Program
peningkatan keselamatan Ibu melahirkan dan anak
18. Program
obat dan perbekalan kesehatan
19. Program
sistem informasi kesehatan
20. Fasilitasi
Penyelenggaraan puskesmas dan jaringannya
21. Program
Fasilitasi Penyelenggaraan kegiatan Laboratorium dan Perbekalan Kesehatan.
